Selasa, 18 Desember 2012

Artikel Asyiknya Menjadi Fotografer


ASYIKNYA MENJADI FOTOGRAFER


Kehidupan berfotografi kini tak hanya dijalankan para pekerja atau professional di bidang ini saja, tetapi juga sudah menjadi hobi bagi beberapa kalangan masyarakat seperti pelajar dan mahasiswa. Harga yang terjangkau dan mudahnya pengoperasian kamera jaman sekarang, menjadi magnet yang sangat besar untuk menjadikannya sebagai “mainan baru” dikalangan masyarakat.

Apa saja alasan yang membuat fotografi begitu digandrungi? Selain segi ekonomi yang bisa terjangkau sebagian besar masyarakat, yaitu GAYA HIDUP. Menjadikan fotografi sebagai gaya hidup membuat tidak lengkap hidup tanpa kamera. Apalagi sekarang dunia maya menawarkan banyak fasilitas untuk mengunggah hasil jepretan ke jejaring sosial ataupun photo sharing. Ini menjadikan fotografi sebagai media unjuk gigi antar penghobinya di dunia maya.

Saya sendiri menyukai dunia Fotografi pada saat saya mengikuti acara di kantor, saat itu saya bawa kamera merk Cannon bagaikan Profesional, saya tidak mau kalah dengan para wartawan-wartawan yang memang pada saat itu meliput acara yang di adakan Perusahaan tempat saya bekerja, jeprat jepret, atur kamera,fokus dan shot..itulah gayanya kalau sudah pakai kamera.

Fotografi sendiri merupakan bagian dari hobby saya sekarang, apa lagi pas banget dengan hoby saya yang lainnya, yaitu ngeblog, jadi setiap ada acara apa, tinggal di foto masukin ke blog dan tulis deh artikelnya.

Menjamurnya fotografi saat ini telah menjadikan fotografi sebagai gaya hidup yang merupakan kebanggan bagi pengikutnya. Kebanggan secara profesi dan hobi yang digelutinya dan kebanggaan ia sebagai seorang pencinta fotografi. Mampu membeli kamera, mampu mengikuti tren masa kini, itulah tujuan sebagian penggemar fotografi. Penunjang penampilan dan gaya hidup. Tidak semua yang murni mencintai fotografi, mendalami fotografi, kadang hanya sebagai tren dalam pergaulan dan menunjukkan status sosial. Membawa kamera kemanapun, bahkan disaat tidak diperlukan, itulah gaya hidup. Yang utama adalah penampilan, tampak luar yang dilihat orang lain.

Begitulah fotografi. Ada yang menjadikannya sekedar hobi dan gaya hidup. Ada pula kemungkinan digunakan untuk meraih prestasi dengan hadiah uang ataupun kebanggaan. Semua pilihan ada ditangan anda. Bahkan fotografi juga bisa dijadikan sumber pendapatan. Bekerja sebagai fotografer profesional ataupun sambilan sama enaknya. Yang pasti fotografi menawarkan keasyikan tersendiri yang tiada mungkin tergantikan. Terpenting adalah kita mau belajar. Sebab dalam fotografi layaknya jalani kehidupan. Tiada kata gagal. Yang ada berhenti mencoba. Ketika anda berhenti mencoba, disanalah kata gagal muncul. “Yang membuat fotografi jadi hambar dan garing adalah ketika fotografi cuma melulu dijadikan alat untuk prestasi, prestasi dan prestasi. Apalagi jika semangat itu tidak diiringi dengan semangat berbagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar