Sabtu, 27 Oktober 2012

Artikel Idul Adha

HARI RAYA IDUL ADHA 

Idul Adha kembali hadir di tengah-tengah kita. Idul Adha memiliki hikmah dan makna yang amat penting untuk ditangkap dalam perspektif ajaran agama yang substansial. Idul Adha merupakan ritual keagamaan yang sarat nuansa simbolik-metaforis yang perlu dimaknai secara kontekstual dalam pijakan nilai-nilai universal Islam.

Saat ini kita masih berada dalam rangkaian hari-hari Tasyrik. Pada hari ini kita masih berkesempatan menyembelih hewan kurban, mengumandangkan takbir, dan dilarang menjalankan shaum. Dengan kata lain, nuansa Idul Adha masih kental menyelimuti keseharian kita. Semoga, di balik itu semua, ada satu hal penting yang harus kita internalisasikan dalam diri. Yaitu, bagaimana nuansa Idul Adha yang hanya lima hari ini (9 sampai 13 Dzulhijjah) dapat kita manfaatkan dengan baik dan beribadah dengan khusyu.

Anjuran berqurban ini diawali ketika Nabi Ibrahim a.s diperintahkan Allah melalui isyarat mimpinya untuk menyembelih putra kesayangannya yaitu Ismail, sebagai bukti untuk menunjukkan bakti dan ketaatannya kepada Alla swt. peristiwa yang menuntut keikhlasan ini mampu memberikan pesan yang mendalam bagi kita mengenai makna idul adha. Betapa tidak, bertahun-tahun Ibrahim merindukan mempunyai seorang putra dari istrinya Siti Hajar.

Akhirnya Allah swt. pun berkenan mengabulkan doa Nabi Ibrahim a.s dengan memberikannya seorang anak, yang lantas kita kenal sebagai Ismail. Ibrahim pun sangat bersyukur dan berharap kelak anaknya tersebut akan menjadi penerusnya menyebarkan agama Allah swt. namun keimanannya diuji oleh Allah swt. Suatu ketika perintah melalui mimpinya yang seolah nyata untuknya menyembelih anaknya datang kepada Ibrahim. Tak syak lagi, Ibrahim berada dalam kondisi dilematis, antara menuruti perintah Tuhan yang berarti ia taat dan teguh mempertahankan keimanannya, dengan menyembelih anaknya tersebut.

Akhirnya, Ibrahim yang bersedia mengorbankan anaknya untuk disembelih diganti qurbannya dengan seekor qibas. Ismail tak jadi disembelih karena memang hakikat dari perintah Allah swt. tersebut hanya bentuk ujian akan keimanan seorang Ibrahim. Ia pun lulus dari ujian ketaatan tersebut. Dimana kisahnya diabadikan dalam Al-Quran surat As-Shaffat : 102-109.

Artikel Kisah Hidup Pekerja TKI


KISAH HIDUP PEKERJA TKI DILUAR DARI PEKERJAANNYA


Mengkhawatirkan dan menakutkan. Dua kata ini agaknya tepat untuk menggambarkan perilaku seks anak rantau (imigran), khusunya para TKI yang mengais ringgit di Malaysia. Ditengarai, karena jenuh dan kesepian, mereka berani 'menyelundupkan' perempuan nakal ke perkampungan.
Para TKI yang rata-rata berusia antara 20-35 tahun umumnya tak menyadari ada bahaya mengintip di balik perilaku seks mereka. Banyak di antara mereka yang berangkat sebagai TKI hanya beberapa minggu setelah menikah. Ini terutama terjadi pada pasangan yang sebelum menikah belum bekerja. Dorongan seksual yang terpendam itu akhirnya tak tertahankan lagi setelah berbulan-bulan bekerja di perkebunan yang jauh dari keramaian dan sepi.

Pada sisi lain, bekerja sebagai TKI ke Malaysia membawa konsekuensi yang cukup berat, yakni berpisah dengan keluarga dalam waktu yang cukup lama. Maklum saja, mereka hanya menjenguk keluarganya hanya sekali dalam 1 atau 2 tahun. Kehidupan TKI yang terpisah dengan keluarganya dalam jangka waktu yang cukup lama ini akhirnya menimbulkan perilaku negatif selama mereka bekerja di Malaysia.

Keletihan mereka bekerja di perkebunan, kebosanan, dan kesepian selama di perantauan diobati dengan datangnya para pelacur dari kota. Seperti dikutip Yayasan Pelita Ilmu, beberapa TKI di Malaysia mengakui bahwa setiap minggu sejumlah pelacur di datangkan ke perkebunan-perkebunan tempat mereka bekerja. Sebagian dari rekan mereka tidak bisa menahan diri dan inilah salah satu sebab mereka tidak dapat mengirim uang kepada keluarganya karena pendapatannya habis untuk melacur.

Perilaku seksual seperti ini selama di Malaysia tentu akan membuatnya rentan terhadap penularan berbagai penyakit menular seksual (PMS) dan HIV. Pendidikan mereka yang rata-rata rendah juga makin memperbesar resiko ini. Pengetahuan mereka tentang PMS dan HIV/AIDS sangat terbatas.

Dampak selanjutnya yang lebih membahayakan adalah bila para TKI yang telah tertular atau membawa PHS dan virus lainnya ini pulang menjenguk keluarganya di daerah asal. Mereka bisa menularkan PMS, virus HIV, atau penyakit alat reproduksi lainnya terhadap istri mereka. Juga bila mereka pulang dan kemudian kawin lagi dengan perempuan di daerah asal, tentu akan mempunyai risiko tinggi untuk menularkan kepada pasangannya.

Mengingat besarnya arus pekerja migran ke Malaysia dari tahun ke tahun dan dengan kondisi lingkungan kerja yang rawan terhadap mereka untuk tertular berbagai PHS dan HIV/AIDS diperlukan berbagai langkah awal untuk mengantisipasi permasalahan tersebut. Untuk itu, sebagai langkah awal diperlukan suatu kajian terhadap perilaku seksual pekerja migran. selama mereka bekerja di Malaysia.

Mengingat keterbatasan pengetahuan dan pendidikan pekerja migran (TKI), problem yang mendasar adalah bagaimana meningkatkan pengatahuan mereka mengenai PMS, HIV/AIDS, gejala-gejalanya, penyebabnya, dan cara penularannya. Hal ini penting untuk dikaji karena perilaku seksual sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan tentang penyakit itu.

Dalam berhubungan dengan para pelacur. Sebagian besar dari mereka sama sekali tidak terpikir tentang akibat yang bisa di timbulkan. Tindakan pencegahan penyakit hubungan seksual dan HIV/AIDS juga tidak pernah terpikir oleh mereka sehingga dalam melakukan hubungan seksual, hampir semua TKI tidak pernah menggunakan kondom.

Yayasan Pelita Ilmu menyimpulkan, perlu dilakukan langkah-langkah strategis seperti pelatihan, penyuluhan, pendidikan atau berbagai bentuk kegiatan lainnya untuk peningkatan pengetahuan TKI tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seksual yang sehat. Ini harus menjadi prioritas karena calon TKI dan TKI yang sudah bekerja termasuk golongan berisiko tinggi penularan PMS dan HIV/ AIDS.

Dalam mempersiapkan pekerja migran (TKI) yang akan berangkat ke luar negeri, pihak terkait (Depnaker maupun Perusahaan PJTKI) tidak hanya memperhatikan soal teknis seperti keterampilan TKI, tetapi sudah semestinya memperhatikan soal non teknis seperti pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, untuk membentuk kesadaran akan kehidupan seksual yang aman. Sudah mendesak untuk dilakukannya penyusunan suatu materi pokok (sylabus) pendidikan dan pelatihan tentang kesehatan reproduksi dan memasukannya dalam kurikulum pendidikan dan pelatihan bagi calon TKI.

Pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya perlu meninjau kembali berbagai kesepakatan atau kontrak kerja dengan pengguna jasa TKI di luar negeri atau dapat menciptakan kondisi lingkungan kerja dan lingkungan tempat tinggal yang lebih nyaman bagi mereka, seperti kondisi perumahan layak, tersedianya sarana hiburan, sarana peribadatan atau pengembangan kegiatan- kegiatan lainnya yang akan dapat memberikan perasaan nyaman dan kerasan bagi TKI. 

Sabtu, 20 Oktober 2012

Artikel Kisah Hidup Yang Berkeinginan Menjadi Orang Sukses


KISAH HIDUP YANG BERKEINGINAN MENJADI ORANG SUKSES


Terkadang hidup sukses itu sulit untuk mendapatkannya jika kita tidak memiliki pangkat, jabatan atau title yang tinggi hidup sukses  pun pasti akan sulit untuk kita miliki. Begitu pun halnya dengan orang-orang yang berpendidikan rendah, mereka pasti akan pesimis untuk menjadi orang sukses. Ya memang kalau jodoh, rezeki, maut itu semua sudah ada garisnya tersendiri pada kehidupan kita. Tapi jika kita tidak berusaha dan berjuang maka Tuhan pun akan segan untuk mengabulkan dan merubah nasib umatnya menjadi lebih baik.

Banyak segala cara untuk menjadi orang sukses, apalagi sukses di masa-masa muda. Siapa yang tidak menginginkan seperti itu, pasti semua berkhayal dan bercita-cita menjadi seperti itu. Agar kelak nanti dimasa tua hanya tinggal menikmati hasil jerih payah yang sudah kita raih dimasa muda itu. Memang cerita hidup itu memang pahit semua maslah problema hidup pasti akan kita hadapi selama kita  hidup di dunia, namun itu semua dapat kita jalani dengan perjuangan dan pengorbanan.

Banyak diantara mereka bekerja di sebuah perusahaan dan kita menjadi karyawan di perusahaan tersebut akan menjamin bahwa kita akan mendapatkan kesuksesan. Namun itu semua tak menjamin kita akan sukses, malah diantara merekan banyak yang sudah lama bekerja di sebuah perusahaan bonafit dan memiliki gaji yang cukup besar, mereka memilih untuk mengundurkan diri (resign) dari perusahaan tersebut lantaran terlalu banyak tekanan yang ada yang dialaminya selama bekerja di sana. Dan mereka pun memilih membanting stir untuk menjadi wirausahawan atau pengusaha, karena menurut mereka sudah saatnya berubah. Bukan hanya menjadi pesuruh bos terus tapi mereka berfikirnya saatnya kita yang menjadi bos. Banyak diantara mereka yang beralih memilih usaha sendiri banyak yang sukses dan lebih nyaman untuk menikmati hasil jerih payahnya.

Namun ada beberapa juga yang tidak berhasil dalam membangun suatu usaha tersebut, memang waktu pertama merintis kita harus bekerja keras untuk membuat usaha tersebut maju. Itu kembali lagi ke diri kita masing-masing seberapa besarkah kita bekerja keras dan berusaha serta berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jika itu semua dijalankan pasti hidup menjadi orang sukses pun akan berada di tangan kita.  

Artikel Hidup Bersosialisasi

HIDUP BERSOSIALISASI DAN BERADAPTASI DI LINGKUNGAN ANTAR SESAMA




Setiap makhluk hidup pasti hidup bersosialisasi dan beradaptasi terhadap lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Begitupun kita sebagai manusia makhluk yang paling sempurna pasti sebagian hidupnya harus bersosialisasi dan beradaptasi untuk berkembang biak untuk bertahan hidup, tujuan kita bersosialisasi dan beradaptasi adalah untuk mengenal dan memperat tali silahturahmi antar sesama. Di dalam perjalanan hidup tidak mungkin kita dapat bertahan hidup dengan sendirinya, pasti kita membutuhkan bantuan dari orang lain dalam keadaan apapun dan kondisi apapun. Itu beberapa tujuan dari bersosialisasi dan beradaptasi.
            Dalam hidup bersosialisasi dan beradaptasi kita dapat saling mengenal dengan satu sama lain. Bahkan dari yang tadinya kita tidak mengenal dapat menjalin tali persaudaraan. Dalam hidup bersosialisasi pun kita harus memiliki sikap sopan santun antar sesama, hal ini dilakukan untuk menjalin kerukunan di lingkungan sekitar agar terciptanya suasana yang tentram. Jika kita bersikap sopan santun dengan para sesama niscaya jalinan pertemanan pun akan semakin luas, namun sebaliknya jika kita tidak bersikap sopan santun maka musibah lah yang akan menimpa kita, yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
            Maka dapat diketahui bahwa sopan santun haruslah diterapkan dimana pun saat itu kita berada yang sesuai dengan tuntutan lingkungan kita berada. Seperti contohnya di dalam lingkungan rumah baik di dalam maupun di luar lingkungan rumah, maka sopan santun yang harus diwujudkan antara lain :
1.      Menghormati orang tua, seperti bertingkah laku yang baik, berbicara dengan lemah lembut, berkata jujur, tidak melakukan perbuatan yang dapat menyakiti perasaannya seperti suka membohong, tidak menuruti perintah / melanggar peraturannya, dan selalu mendengarkan segala nasihatnya. Hal tersebut harus kita jalani, karena sebagai anak, seseorang yang harus kita jadikan unsur utama dalam penerapan sopan santun ialah orang tua, selain beliau merupakan orang yang amat berjasa dalam perjalanan kehidupan kita, orang tua juga telah memberikan begitu banyak pengorbanannya agar dapat membesarkan kita hingga saat ini, maka orang tua sudah sepatutnya dihormati agar ia juga dapat merasakan kebahagiaan dan kegembiraan dengan adanya keberadaan kita di sampingnya.

2.       Menyayangi adik, kakak, saudara, dan seluruh keluarga dengan cara bertutur kata yang baik, tidak berkata kasar dan sombong, tidak mencemooh, saling membantu, dan menjaga hubungan yang harmonis dengan seluruh anggota keluarga. Hal tersebut kita lakukan karena anggota keluarga merupakan bagian dari darah daging kita yang harus selalu kita hargai keberadaannya agar hubungan harmonis, serasi, selaras, dan seimbang akan selalu terjaga di dalamnya.

3.       Menghormati para tetangga yang berada di sekitar rumah dengan sering bertegur sapa ketika saling bertemu, tidak saling menjatuhkan / mencemarkan nama baik, tidak berbicara kasar, dan saling tolong menolong disaat sedang ada yang membutuhkannya. Hal tersebut kita lakukan karena tetangga merupakan orang – orang yang tinggal dekat dengan kita serta selalu hidup berdampingan dengan kita, maka kehidupan dan hubungan harmonis haruslah selalu terjaga agar tidak terjadi suatu perselisihan ataupun pertentangan yang akan menimbulkan perpecahan dan akan menghancurkan keharmonisan di dalam kehidupan bertetangga yang akan menimbulkan kesengsaraan bagi diri kita sendiri.
            

Kamis, 18 Oktober 2012

Tugas Dua Teori Organisasi Umum

Tugas dua ;
1. Sebutkan dan Jelaskan Teori - teori Organisasi yang pernah ada dan berlaku, beserta sejarah dan perkembangannya hingga sekarang !

Jawab :

Teori organisasi adalah teori yang mempelajari kinerja dalam sebuah organisasi, Salah satu kajian teori organisasi, diantaranya membahas tentang bagaimana sebuah organisasi menjalankan fungsi dan mengaktualisasikan visi dan misi organisasi tersebut. Selain itu, dipelajari bagaimana sebuah organisasi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang didalamnya maupun lingkungan kerja organisasi tersebut. Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut :
• Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
• James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
• Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
• Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Perkembangan teori organisasi, mencakup masalah teori-teori organisasi yang pernah ada dan berlaku beserta sejarah dan perkembangannya hingga saat ini, yaitu meliputi:

           A. Teori Organisasi Klasik 

Teori kalsik (classical theory) kadang-kadang disebut juga teori tradisional, yang berisi konsep-konsep tentang organisasi milai dari tahun 1800 (abad 19) yang mendefisikan organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peran-peran, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktir-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama. Dalam teori ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritis klasik sebagai sangat tersentaralisasi dan tugsa-tugasnya terpesialisasi, seta memberikan petunjuk mekanistik struktural yang kaku tidak mengandung kreativitas. Teori ini juga berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar angapan-angapan yang sama dan mempunyai efek yang sama yaitu:

a. Teori birokrasi yang dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant ethnic and Spirit of Capitalism”. Karakteristik-karakteristik birokrasi menurut Max weber yaitu:
     - Pembagian kerja
     - Hirarki wewenang
     - Program rasional
     - Sistem prosedur
     - Sistem aturan hak kewajiban

b. Teori administrasi yang dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan reiley dari Amerika. Henry Fayol membagi kegiatan industri menjadi enam kelompok yaitu:
     - Kegiatan tehikal (prosedur,manifaktur, adaptasi)
     - Kegiatan komersial (pembelian, penjualan, pertukaran)
     - Kegiatan Financial (penggunaan optimum modal)
     - Kegiatan keamanan
     - Kegiatan Akuntansi
     - Kegiatan Manajerial 

c. Manajemen ilmiah yang di kembangkan mulai tahun 1900 oleh Fedrick Winslow Taylor. Empat kaidah Manajemen menurut Frederick W. Taylor:
     - Menggantikan metode kerja dalam praktek dengan metode atas dasar ilmu pengetahuan.
     - Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan.
     - Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah
     - Perlu intregasikan.
     - Perlu dikembangkan semangat dan mental karyawan untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah.


           B. Teori Organisasi Neoklasik

Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori ini dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai kelompok kerjanya, atas dasar anggapan ini, teori ini mendefinisikan “Suatu Organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Perkembangan teori ini dimulai dengan inspirasi percobaan-percbaan yang dilakukan di Howthrorne dan tulisan Huga Munsterberg.

Dalam hal pembagian kerja, teori neoklasik telah mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut :
a) Partisipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan.
b) Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
c) Manajement bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.


           C. Teori Organisasi Modern

Teori organisasi modern kadang disebut juga sebagai analisa sistem pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori Modern dikembangkan sejak tahun 1950, dalam banyak hal yang mendalam teori modern berbeda dengan teori klasik, perbedaannya adalah :

a. Teori Klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi, sedangkan teori modern dengan tekanan pada perpaduan dan perancangan menjadikan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.

b. Teori klasik telah membicarakan konsep koordinasi, skalar dan vertikal, sedangkan teori modern lebih dinamis dari pada teori lainnya dan meliputi lebih banyak variabel yang dipertimbangkan. Konsep sistem umum menjadi dasar utama analisa organisasi dalam teori modern, dan secara ringkas kedua teori ini, baik teori modern maupun teori sistem umum mempelajari :
      - Bagian- bagian dalam keseluruhan dan pergerakan individu di dalam dan di luar sistem.
      - Interaksi diantara individu-individu dalam sistem.
      - Masalah-masalah pertumbuhan dan stabilitas sistem.

c. Teori Modern menunjukan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada sistem manusia dalam perilakunya berorganisasi, yaitu :
     - Komunikasi
     - Konsep Keseimbangan
     - Proses pengambilan keputusan

Jumat, 12 Oktober 2012

Teori Organisasi Umum

Teori Organisasi Umum ( Tugas 1 ) 


1. Apa yang di maksud dengan organisasi ?
   
    Jawab :

    Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


2. Mengapa organisasi di katakan sebagai wadah dan proses ?

     Jawab :

     Oranisasi sebagai Proses Maksud organisasi sebagai proses adalah dimana ide-ide dan saran dari anggota organisasi tidak hanya sebagai catatan saja, melainkan akan diproses menjadi sesuatu yang lebih baik dalam arti lain mengaplikasikan ide2 yang telah dikumpulkan dalam wadah tersebut .
      Organisasi sebagai Wadah Maksud organisasi sebaai wadah adalah tempat dimana suatu kelompok berkumpul untuk membicarakan dan bekerja sama dalam satu tujuan.Di dalam organisasi tersebut tempat orang-orang bertukar pikiran dan menuangkan ide-ide mengenai organisasi tersebut,karena itu maka dapat disebut sebagai wadah.


3. Organisasi ada formal dan informal, jelaskan masing - masing dan berikan contohnya ?

     Jawab :

      Oraganisasi formal Organisasi formal/ Resmi adaah organisasi yang dibentuk oleh sekumpulan orang/masyarakat yang memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya, serta memilki kekuatan hukum. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas. Organisasi informal Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama.


4. Ceritakan pengalaman kalian pribadi kalian baik di organisasi formal maupun informal ?

     Jawab :

      Untuk pengalaman pribadi di kegiatan organisasi formal adalah dengan bekerjanya di salah satu perusahaan swasta di Jakarta dimana perusahaan tersebut bergerak di bidang Finance dengan nama perusahaan P.T. Federal International Finance yang berkecimpung di bidang pembiayaan kredit sepeda motor khususnya Honda, dengan bergabungnya atau bekerjanya di perusahaan tersebut kita semakin banyak tahu dan mengerti dengan berbagai macam karakter orang yang dapat dipelajari karena di perusahaan tersebut yang notabennya bertemu atau bertatap muka dengan orang banyak.

       Sedangkan untuk organisai informal adalah pada waktu duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama di mana kegiatan organisasinya adalah dengan mengikut sertakan berbagai macam ektra kurikuler dan di mana ektrakurikuler PASKIBRA (Pasukan Pengbibar Bendera yang diikuti. Di sana pendidikan sekelas militer lah yang di terapkan dalam paskibra tersebut, dantaranya dilatihnya kedisiplinan, kesopanan, kemandirian.


 WAWAN SETIAWAN
 17111366
 2 KA 43

Artikel Perjuangan Hidup


Perjalanan Hidup


Tidak ada manusia yang terlahir sempurna, semua itu adalah anugerah dari Allah swt. sebagai pencipta. Kita dilahirkan dengan fisik yang sempurna dan tidak sedikit pula dari mereka yang terlahir dengan keadaan yang cacat fisik. Tetapi dibalik semua itu ada banyak kelebihan dan kekurangan, di mana mereka yang terlahir dengan fisik yang sempurna tapi pasti diantara mereka banyak memiliki kekurangan, namun berbeda dengan mereka yang terlahir dengan keadaan cacat fisik dan banyak diantara mereka memiliki kelebihan yang luar biasa yang tidak mungkin dimiliki oleh mereka yang memiliki fisik sempurna. Itulah kekuasaan Allah swt. menciptakan yang ada di alam semesta ini dengan Maha Adil.

           
                Kita pun tidak dapat memilih untuk dilahirkan dengan apa yang kita inginkan. Allah swt. pun sudah menciptakan manusia sesuai dengan porsinya maaing-masing. Namun terkadang dari mereka banyak yang mengeluh dan tidak bersyukur dengan keadaan yang mereka jalani selama hidupnya. Karena jodoh, rezeki dan maut sudah ditentukan oleh Allah swt. dan kita hanay dapat menjalankan saja sesuai dengan koridor yang sudah ditentukan dengan mematuhi perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.

            Jadi hidup itu adalah anugerah jika kita memang menikmatinya, namun hidup itu dapat menjadi malapetaka apabila mereka tidak kuat untuk menjalaninya. Lakukan yang terbaik selama hidup dan patuhi semua perintah-perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya, maka kelak surga lah yang akan menanti jika sudah meninggal nanti dan neraka lah tempat bagi mereka yang melanggar atau menjauhi perintah-perintah yang dianjurkan pada agama atau keyakinan mereka masing-masing.

            So, jadilah manusia yang baik hati selama hidup di dunia ini maka kita pasti akan terhindar dari berbagai macam malapetaka.